Postingan

Menampilkan postingan dengan label guru penggerak

Suara Murid, Pilihan Murid dan Kepemilikan Murid

Gambar
foto: suasana belajar di SMAN 1 Sape Saat murid menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran mereka sendiri (atau kita katakan: saat murid memiliki agency, maka mereka sebenarnya memiliki suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) dalam proses pembelajaran mereka. Lewat suara, pilihan, dan kepemilikan inilah murid kemudian mengembangkan kapasitas dirinya menjadi seorang pemilik bagi proses belajarnya sendiri.  Tugas kita sebagai guru sebenarnya hanya menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya di mana murid memiliki suara, pilihan, dan kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka tetapkan, bagaimana mereka melaksanakan niat mereka, dan bagaimana mereka merefleksikan tindakan mereka.

Kepemimpinan Murid dan Profil Pelajar Pancasila

Populasi manusia Indonesia usia sekolah di masa sekarang, dalam 10-15 tahun mendatang akan menjadi populasi terbanyak dan mendominasi usia produktif masyarakat Indonesia. Ini sering kita sebut sebagai bonus demografi jika saja kita dapat menumbuhkan manusia produktif Indonesia yang berkarakter baik. Namun sebaliknya, jika karakter yang bertumbuh adalah justru karakter buruk, maka “kutukan” demografi-lah yang akan Indonesia dapatkan. Profil Pelajar Pancasila sebenarnya adalah visi dan

Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Student Agency)

Gambar
               Melalui filosofi dan metafora “menumbuhkan padi”, Ki Hajar Dewantara mengingatkan kita bahwa dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid,  kita harus secara sadar dan terencana membangun ekosistem yang mendukung pembelajaran murid sehingga mampu memekarkan mereka sesuai dengan kodratnya. Dengan demikian, saat kita merancang sebuah program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik itu intrakurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler, maka murid juga seharusnya menjadi pertimbangan utama. Pertanyaannya kemudian adalah sejauh mana kita dapat menempatkan murid dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan program/kegiatan pembelajaran tersebut?  “ Sesungguhnya alam-keluarga itu bukannya pusat pendidikan individual saja, akan tetapi juga suatu pusat untuk melakukan pendidikan sosial. Orangtua harus melakukan pendidikan bersama dengan pusat-pusat pendidikan, dan terhubung dengan kaum guru dan pengajar  [Ki Hadjar Dewantara dalam Wasita, Tahun ke-1 No.3, Mei 199

Sekolah Sebagai Ekosistem

Gambar
Silahkan menyimak tayangan Video  Sekolah Sebagai ekosistem  berikut.  Eksosistem merupakan sebuah tata interaksi antara makhluk hidup dan unsur yang tidak hidup dalam sebuah lingkungan. Sebuah ekosistem mencirikan satu pola hubungan yang saling menunjang pada sebuah teritorial atau lingkungan tertentu. JIka diibaratkan sebagai sebuah ekosistem, sekolah adalah sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya. Faktor-faktor biotik yang ada dalam ekosistem sekolah di antaranya adalah: Murid Kepala Sekolah Guru Staf/Tenaga Kependidikan Pengawas Sekolah Orang Tua Masyarakat sekitar sekolah Selain faktor-faktor biotik yang sudah disebutkan, faktor-faktor abio

Contoh Surat Tugas Loka Karya Calon Guru Penggerak

Refleksi Terbimbing - Modul 2.1 | 2.1.a.6

Gambar
  Dari apa yang sudah Anda pelajari, materi apa yang menurut Anda dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran di kelas Anda? Menurut hemat saya, materi yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran di kelas yaitu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dengan   mengidentifikasi terlebih dahulu perbedaan tingkat kesiapan, minat dan profil belajar murid. Mengidentifikasi apa kebutuhan murid saya mulai dengan menyusun pertanyaan untuk diri sendiri, seperti bagaimanakah karakteristik setiap anak di kelas saya? Tahukah saya b agaimana gaya belajar mereka? Setelah mendapat jawaban dari serangkaian pertanyaan tersebut saya akan menerapkan dan merubah perangkat pembelajaran yang sudah saya susun sebelumnya menjadi RPP Berdiferensiasi,  tujuannya adalah untuk memastikan setiap murid di kelas yang saya ajarkan sukses dalam proses pembelajarannya. Strategi yang akan lakukan selanjutnya yaitu dengan menerap

Diagfram Frayer | Adisan Jaya - CGP-IV Kab. Bima

Gambar
 

Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Gambar
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal ( common sense ) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan

KEYAKINAN KELAS | Guru Penggerak

Gambar
Setiap tindakan atau perilaku yang kita lakukan di dalam kelas dapat menentukan terciptanya sebuah lingkungan positif. Perilaku warga kelas tersebut menjadi sebuah kebiasaan, yang akhirnya membentuk sebuah budaya positif. Untuk terbentuknya budaya positif pertama-

5 Nilai Guru Penggerak yang Saya Terapkan | Tugas Modul 1.2.A.5.2 | Guru Penggerak

Gambar
 Assalamu'alaikum. Pada postingan ini saya membagikan 5 nilai guru penggerak yang pernah saya lakukan. Pengalaman ini sekaligus sebagai bahan refleksi profesi saya sebagai seorang guru. Selamat

Bagaimana Ciri Guru Merdeka Belajar?

Gambar
Assalamualaikum. Pada postingan kali ini saya membagikan Bagaimana sih Ciri Guru Merdeka Belajar? Nah, dalam postingan ini akan dibahas secara rinci hal tersebut. Pertanyaan pembukanya: Masih ingat 3 komponen merdeka belajar? Benar, komitmen terhadap tujuan,

MODUL 1.1.A.9: Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara | CGP-IV

Gambar
Assalamu’alaikum. Pada postingan kali ini saya membagikan tugas LMS Calon Guru Penggerak Angkatan-IV Kab. Bima pada tugas modul 1.1.a.9. Koneksi Antar Materi-Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara. P enugasan ini

Jenis-Jenis Budi Pekerti Menurut Ki Hadjar Dewantara

Gambar
     Setelah kita mengetahui bahwa budi pekerti seseorang itu dapat mewujudkan sifat kebatinan seseorang dengan pasti dan tetap, kita juga harus mengetahui pula bahwa tidak

Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara | Guru Penggerak

Gambar
1.     Intisari pemikiran Ki hajar dewantara tentang pendidikan Tujuan dari pendidikan adalah memerdekakan. Merdeka berarti setiap orang bisa memilih menjadi apa saja. Menurut Ki Hadjar Dewantara hakikat pendidikan adalah suluruh daya upaya yang