![]() |
| foto: suasana belajar di SMAN 1 Sape |
Suara Murid, Pilihan Murid dan Kepemilikan Murid
Kepemimpinan Murid dan Profil Pelajar Pancasila
Populasi manusia Indonesia usia sekolah di masa sekarang, dalam 10-15 tahun mendatang akan menjadi populasi terbanyak dan mendominasi usia produktif masyarakat Indonesia. Ini sering kita sebut sebagai bonus demografi jika saja kita dapat menumbuhkan manusia produktif Indonesia yang berkarakter baik. Namun sebaliknya, jika karakter yang bertumbuh adalah justru karakter buruk, maka “kutukan” demografi-lah yang akan Indonesia dapatkan. Profil Pelajar Pancasila sebenarnya adalah visi dan
Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Student Agency)
Melalui filosofi dan
metafora “menumbuhkan padi”, Ki Hajar Dewantara mengingatkan kita bahwa dalam
mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid, kita harus secara sadar
dan terencana membangun ekosistem yang mendukung pembelajaran murid sehingga
mampu memekarkan mereka sesuai dengan kodratnya. Dengan demikian, saat kita
merancang sebuah program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik itu
intrakurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler, maka murid juga seharusnya
menjadi pertimbangan utama. Pertanyaannya kemudian adalah sejauh mana kita
dapat menempatkan murid dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan
program/kegiatan pembelajaran tersebut?
“Sesungguhnya alam-keluarga itu bukannya pusat pendidikan individual saja, akan tetapi juga suatu pusat untuk melakukan pendidikan sosial. Orangtua harus melakukan pendidikan bersama dengan pusat-pusat pendidikan, dan terhubung dengan kaum guru dan pengajar [Ki Hadjar Dewantara dalam Wasita, Tahun ke-1 No.3, Mei 1993]”
Sekolah Sebagai Ekosistem
Silahkan menyimak tayangan
Video Sekolah Sebagai ekosistem berikut.
Eksosistem merupakan sebuah tata interaksi
antara makhluk hidup dan unsur yang tidak hidup dalam sebuah lingkungan. Sebuah
ekosistem mencirikan satu pola hubungan yang saling menunjang pada sebuah
teritorial atau lingkungan tertentu.
JIka diibaratkan sebagai sebuah ekosistem,
sekolah adalah sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup)
dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling berinteraksi satu
sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis.
Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan
membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya. Faktor-faktor biotik yang ada
dalam ekosistem sekolah di antaranya adalah:
- Murid
- Kepala
Sekolah
- Guru
- Staf/Tenaga
Kependidikan
- Pengawas
Sekolah
- Orang Tua
- Masyarakat
sekitar sekolah
Selain faktor-faktor biotik yang sudah disebutkan,
faktor-faktor abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan
proses pembelajaran di antaranya adalah:
- Keuangan
- Sarana dan
prasarana
Refleksi Terbimbing - Modul 2.1 | 2.1.a.6
- Dari apa yang sudah Anda pelajari, materi apa
yang menurut Anda dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait
dengan pembelajaran di kelas Anda?
Menurut hemat saya, materi yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran di kelas yaitu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dengan mengidentifikasi terlebih dahulu perbedaan tingkat kesiapan, minat dan profil belajar murid. Mengidentifikasi apa kebutuhan murid saya mulai dengan menyusun pertanyaan untuk diri sendiri, seperti bagaimanakah karakteristik setiap anak di kelas saya? Tahukah saya bagaimana gaya belajar mereka? Setelah mendapat jawaban dari serangkaian pertanyaan tersebut saya akan menerapkan dan merubah perangkat pembelajaran yang sudah saya susun sebelumnya menjadi RPP Berdiferensiasi, tujuannya adalah untuk memastikan setiap murid di kelas yang saya ajarkan sukses dalam proses pembelajarannya. Strategi yang akan lakukan selanjutnya yaitu dengan menerapkan Tiga Strategi Diferensiasi yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. Setelah nantinya mempraktekkan langsung segala teori Pembelajaran Berdiferensiasi ini saya optimis tentang kualitas pembelajaran yang lebih baik ke depannya sesuai dengan kebutuhan setiap murid.
Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan
KEYAKINAN KELAS | Guru Penggerak
Setiap tindakan atau perilaku yang kita lakukan di dalam kelas dapat menentukan terciptanya sebuah lingkungan positif. Perilaku warga kelas tersebut menjadi sebuah kebiasaan, yang akhirnya membentuk sebuah budaya positif. Untuk terbentuknya budaya positif pertama-
5 Nilai Guru Penggerak yang Saya Terapkan | Tugas Modul 1.2.A.5.2 | Guru Penggerak
Assalamu'alaikum. Pada postingan ini saya membagikan 5 nilai guru penggerak yang pernah saya lakukan. Pengalaman ini sekaligus sebagai bahan refleksi profesi saya sebagai seorang guru. Selamat
Bagaimana Ciri Guru Merdeka Belajar?
Assalamualaikum. Pada postingan kali ini saya membagikan Bagaimana sih Ciri Guru Merdeka Belajar? Nah, dalam postingan ini akan dibahas secara rinci hal tersebut. Pertanyaan pembukanya: Masih ingat 3 komponen merdeka belajar? Benar, komitmen terhadap tujuan,
MODUL 1.1.A.9: Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara | CGP-IV
Assalamu’alaikum. Pada postingan kali ini saya membagikan tugas LMS Calon Guru Penggerak Angkatan-IV Kab. Bima pada tugas modul 1.1.a.9. Koneksi Antar Materi-Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Penugasan ini
Jenis-Jenis Budi Pekerti Menurut Ki Hadjar Dewantara
Setelah kita mengetahui bahwa budi pekerti seseorang itu dapat mewujudkan sifat kebatinan seseorang dengan pasti dan tetap, kita juga harus mengetahui pula bahwa tidak
Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara | Guru Penggerak
1.
Intisari
pemikiran Ki hajar dewantara tentang pendidikan
Tujuan
dari pendidikan adalah memerdekakan. Merdeka berarti setiap orang bisa memilih
menjadi apa saja.
Menurut Ki Hadjar Dewantara hakikat pendidikan adalah suluruh daya upaya yang



