![]() |
| foto: suasana belajar di SMAN 1 Sape |
Suara Murid, Pilihan Murid dan Kepemilikan Murid
Kepemimpinan Murid dan Profil Pelajar Pancasila
Populasi manusia Indonesia usia sekolah di masa sekarang, dalam 10-15 tahun mendatang akan menjadi populasi terbanyak dan mendominasi usia produktif masyarakat Indonesia. Ini sering kita sebut sebagai bonus demografi jika saja kita dapat menumbuhkan manusia produktif Indonesia yang berkarakter baik. Namun sebaliknya, jika karakter yang bertumbuh adalah justru karakter buruk, maka “kutukan” demografi-lah yang akan Indonesia dapatkan. Profil Pelajar Pancasila sebenarnya adalah visi dan
Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Student Agency)
Melalui filosofi dan
metafora “menumbuhkan padi”, Ki Hajar Dewantara mengingatkan kita bahwa dalam
mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid, kita harus secara sadar
dan terencana membangun ekosistem yang mendukung pembelajaran murid sehingga
mampu memekarkan mereka sesuai dengan kodratnya. Dengan demikian, saat kita
merancang sebuah program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik itu
intrakurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler, maka murid juga seharusnya
menjadi pertimbangan utama. Pertanyaannya kemudian adalah sejauh mana kita
dapat menempatkan murid dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan
program/kegiatan pembelajaran tersebut?
“Sesungguhnya alam-keluarga itu bukannya pusat pendidikan individual saja, akan tetapi juga suatu pusat untuk melakukan pendidikan sosial. Orangtua harus melakukan pendidikan bersama dengan pusat-pusat pendidikan, dan terhubung dengan kaum guru dan pengajar [Ki Hadjar Dewantara dalam Wasita, Tahun ke-1 No.3, Mei 1993]”
