Tampilkan postingan dengan label dan Pemahaman Ujaran Berdasarkan Teori-teori Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 2-5 Tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dan Pemahaman Ujaran Berdasarkan Teori-teori Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 2-5 Tahun. Tampilkan semua postingan

Artikel Pengaruh Aspek Neurologi Bahasa Terhadap Produksi, Presepsi, dan Pemahaman Ujaran Berdasarkan Teori-teori Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 2-5 Tahun


Kelompok      : Chomsky
Ketua              : Adisan Jaya
 
Abstrak:otak memiliki fungsi yang sangat kompleks. Salah satu fungsi otak ialah mengenai aspek neurologi bahasa.Hal ini berkaitan erat dengan bagaimana manusia memproduksi, mempersepsi, dan memahami suatu ujaran. Ketiga komponen tersebut dapat dikaji secara optimal dengan menggunakan teori pemerolehan bahasa , di mana masa kritis pemerolehan bahasa itu adalah pada usia 2-5 tahun.
Kata Kunci: Neurologi Bahasa, Produksi Ujaran, Persepsi Ujaran, Pemahaman Ujaran.

1.      Latar  Belakang
            Pemerolehan bahasa atau language acquisition adalah suatu proses yang dipergunakan oleh kanak-kanak untuk menyesuaikan serangkaian hipotesis yang makin bertambah rumit, ataupun teori-teori yang masih terpendam atau tersembunyi yang mungkin sekali terjadi, dengan ucapan-ucapan orangtuanya sampai dia memilih, berdasarkan suatu ukuran atau takaran penilaian, tata bahasa yang paling baik serta yang paling sederhana dari bahasa tersebut. Kanak-kanak melihat dengan pandangan yang cerah akan kenyataan-kenyataan bahasa yang dipelajarinya dengan melihat tata bahasa asli orangtuanya, serta pembaruan-pembaruan yang telah mereka perbuat, sebagai tata bahasa tunggal. Kemudian dia menyusun atau membangun suatu tata bahsa yang baru serta disederhanakan dengan pembaruan-pembaruan yang dibuatnya sendiri. Langacker dalam Tarigan (1983) memaparkan bahwa pemerolehan bahasa sekaligus merupakan jenis yang seragam, dalam arti bahwa semua manusia mempelajari satu dan juga merupakan jenis yang khusus, dalam arti bahwa hanya manusialah yang mempelajari satu.
            Berbicara mengenai pemerolehan bahasa, maka kita tidak dapat melepas diri dari perlengkapan pemerolehan atau acquisition device yang nmerupakan suatu perlengkapan hipotesis yang berdasarkan suatu input data linguistik primer dari suatu bahasa, menghasilkan suatu ouput yang terdiri atas suatu tata bahasa adekuat secara deskriptif  buat