Tampilkan postingan dengan label MAKALAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKALAH. Tampilkan semua postingan

MAKALAH: AKAD (Fiqh Muamalah)

 BAB I
PENDAHULUAN 

A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Islam merupakan agama yang sempurna, karena merupakan agama yang bersifat universal, tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya akan tetapi membicarakan pula perihal bagaimana hubungan manusia dengan sesamanya yang dikenal dengan istilah mu’amalah.

ANALISIS PERBANDINGAN NOVEL BUMI MANUSIA DAN ORANG-ORANG PROYEK BERDASARKAN TEORI POSKOLONIAL


BAB I
PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
Sebuah karya fiksi menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan. Pengarang menghayati berbagai permasalahan tersebut dengan penuh kesungguhan yang kemudian diungkapkannya kembali melalui sarana fiksi sesuai dengan pandangannya. Dalam menuangkan imajinasinya yang berdasarkan pengalaman dan pengamatannya terhadap kehidupan, pengarang juga memasukkan unsure hiburan dan penerangan terhadap pengalaman kehidupan manusia. Penyelesaian pengalaman kehidupan yang akan diceritakan tersebut, tentu saja bersifat subjektif.
Fiksi merupakan hasil dialog, kontemplasi dan reaksi pengarang terhadap lingkungan dan kehidupan. Walaupun berupa khayalan, tidak benar jika fiksi diangggap sebagai hasil kerja lamunan belaka, melainkan penghayatan dan perenungan secara intens, perenungan terhadap hakikat hidup dan kehidupan, perenungan yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Karya fiksi meliputi novel, cerpen, roman, cerbung, novelat dan lain-lain.
Karya sastra lahir di tengah-tengah masyarakat sebagai hasil imajinasi pengantar serta refleksinya terhadap gejala-gajala sosial di sekitarnya.  Oleh karena itu, kehadiran karya sastra merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Pengarang mencoba menghaslkan pandangan dunianya tentang realitas sosial di sekitarnya untuk menunjukkan sebuah karya sastra berakar pada kultur tertentu dan masyarakat tertentu.
        Pernyataan di atas sesungguhnya mengandung implikasi bahwa

Makalah Perbandingan Novel Bumi Manusia dengan Novel Orang-orang Proyek



BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Sebuah karya fiksi menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan. Pengarang menghayati berbagai permasalahan tersebut dengan penuh kesungguhan yang kemudian diungkapkannya kembali melalui sarana fiksi sesuai dengan pandangannya. Dalam menuangkan imajinasinya yang berdasarkan pengalaman dan pengamatannya terhadap kehidupan, pengarang juga memasukkan unsur hiburan dan penerangan terhadap pengalaman kehidupan manusia. Penyelesaian pengalaman kehidupan yang akan diceritakan tersebut, tentu saja bersifat subjektif.
Fiksi merupakan hasil dialog, kontemplasi dan reaksi pengarang terhadap lingkungan dan kehidupan. Walaupun berupa khayalan, tidak benar jika fiksi diangggap sebagai hasil kerja lamunan belaka, melainkan penghayatan dan perenungan secara intens, perenungan terhadap hakikat hidup dan kehidupan, perenungan yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab (Burhan,1994:3). Karya fiksi meliputi novel, cerpen, roman, cerbung, novelat dan lain-lain.
Dalam hal ini, penulis ingin membandingan dua buah karya sastra. Karya sastra tersebut berbentuk novel. Novel yang pertama berjudul “Orang-orang Proyek” karya Ahmad Tohari dan novel kedua berjudul “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer. Alasan penulis memilih kedua novel tersebut ialah karena penulis ingin mengetahui persamaan dan perbedaan dari kedua novel tersebut.

1.2    Rumusan Masalah
1.2.1        Bagaimana persamaan novel “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer dengan novel “Orang-orang Proyek” karya Ahmad Tohari?
1.2.2        Bagaimana perbedaan novel “Bumi Manusia” karya

LEKSIKOGRAFI: KENDALA PENGEMBANGAN KAMUS DI INDONESIA

Dalam penyusunan kamus, melalui berbagai tahap sehingga menjadi sebuah kamus yang berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam tahap-tahap tersebut mengalami berbagai kendala atau masalah yang muncul yakni sebagai berikut :
1. Kendala dari segi Tujuan Kamus
Kamus disusun bukan untuk bahan bacaan semata, melainkan untuk menambah pengetahuan yang sebelumnya belum pernah diketahui. Kamus ini ditujukan pada siapa dan seberapa besar ruang lingkupnya. Ruang lingkup tersebut terdiri dari  lema-lema yang dimuat, dan makna atau definisi yang terdapat dalam kamus. Sedangkan masalah yang dihadapi pada tahap ini adalah kerumitan dalam penyusunan kamus yang tidak terkonsep.
2. Kendala dari segi Korpus Data
Korpus data menyangkut masalah substansi bahasa sumber, bahasa sasaran, dan ruang lingkup. Apabila bahasa sumbernya belum mempunya ragam bahasa tulis, dapat dilakukan dengan cara merekam bahasa tersebut dari pertuturan yang dilakukan oleh para penutur bahasa. Setelah perekaman tersebut selesai, maka langkah selanjutnya