Tampilkan postingan dengan label puisi modern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi modern. Tampilkan semua postingan

SEBUAH PUISI: Elegi Ampas Kopi di Pelosok Negeri

Oleh Adisan Jaya

Pukul 5 pagi sehabis shalat subuh aku nyalakan tivi.
Di temani kopi dan sebatang rokok Sampoerna menempel di tangan kiri.
Nyamuk pengganggu mengoceh di telinga mengerumuni gubuk ini.

PUISI KAYA Vs MISKIN

Jam 10.15 PM...
Orang kalangan atas,,,
bergabung dalam uforia fasilitas istananya...!!!

Tapi...
 kalangan bawah...
masih mengais rupiah agar bagaimana anak-anaknya bisa makan esok...
banting tulang...tidak ada kata istrahat,tdk ada kata cukup!!
Karena air mata anaknya,
adalah bencana menakutkan yg tak ingin ia rasakan.

Ya begitulah...
ganasnya kehidupan ditubuh ibu pertiwi ini.
Akhirnya yang "Kaya di AGUNG-AGUNGKAN dan yang MiSKIN di INJAK-INJAK..."

#Fenomal + Tragis...

PUISI BERBINCANG DENGAN NENEK TUA


Tadi siang pas pulang kuliah
seperti biasa kalau nggak bawa motor
aku melewati si jembatan gantung
tidak ada yg beda...mengalir biasa seperti hari2 sebelumnya.

Tapi seketika,
mata ku tertuju pada seorang nenek
dengan baju compang-campingnya
Aku lekas menghampirinya
degan tangan yang ku masukkan ke kantong celana...

maksud ku mengais secercah rupiah yg ada didalamnya
"Aku bukan pengemis nak..." cetus nenek itu mengagetkan ku
Saat itu aku tersadar,
jangan melihat orang dari penampilannya

Ternyata pejabat yg duduk dikursi empuk
dengan ruangan fasilitas tingkat tinggi 
ternyata jauh lebih bermoral dan mulia  rakyat kumuhnya

Mereka hanya pandai mengobral janji.
Lantas apa yg masih kita harapkan?
#RENUNGKAN!!

PUISI CINTA "KEMBALI"

KEMBALI

Kicau burung menyambut ku...
Saat pagi kelabu menyelimuti...
Fajar memerah bak hati membara
Gairah tuk bangkit dari keterpurukan...

Dia...dia...
Kembali dari kesuramannya
Mengejutkan raga yang kosong...

Dia...dia...
Tak lelah tuk menerbitkan mentari dihati
Menyelimuti kebisuan yang ku tunjukkan

Dia...dia...
Hadir untuk menumbuhkan mawar layu
Menjadikannya