"Ternyata Dia"
Disaat kamu kehilangan dia...
Tentu tak apa bagimu...
karna dimata mu cinta semu yang terpancarkan untuknya..
Tersakiti...
itulah yang dia rasakan...
tak ada rasa marah karena kamu mendua...
tak ada sama sekali dipikirannya...
terkadang juga ia marah...
tapi bukan marah karena disakiti..
dia marah krna kenapa dia begitu mencintai mu..
tapi kamu gak mau tau...
hingga air mata tercurahkan dipipi kuningnya
menyelimuti kebisuan yang terjadi yang tak pernah diakhiri..
kamu hanya bisa mempermainkan...
kamu cuma bisa mendua dan mendua..
kamu tak pernah bisa mrasakan cinta indahnya..
tak ada...
secuil pun tak ada...kau hanya bisa tersenyum...
diatas kelam dan terang cintanya
tapi disaat kamu tersadar...
bahwa dia benar-benar pergi...
hati mu akan tersentak dan meratapi..
tiada guna sebesar apapun penyasalan..hapus kata itu...
lihatlah...pandangilah...resapilah...
disudut gelap sana...
separuh jiwa mu pergi bersama
Tentu tak apa bagimu...
karna dimata mu cinta semu yang terpancarkan untuknya..
Tersakiti...
itulah yang dia rasakan...
tak ada rasa marah karena kamu mendua...
tak ada sama sekali dipikirannya...
terkadang juga ia marah...
tapi bukan marah karena disakiti..
dia marah krna kenapa dia begitu mencintai mu..
tapi kamu gak mau tau...
hingga air mata tercurahkan dipipi kuningnya
menyelimuti kebisuan yang terjadi yang tak pernah diakhiri..
kamu hanya bisa mempermainkan...
kamu cuma bisa mendua dan mendua..
kamu tak pernah bisa mrasakan cinta indahnya..
tak ada...
secuil pun tak ada...kau hanya bisa tersenyum...
diatas kelam dan terang cintanya
tapi disaat kamu tersadar...
bahwa dia benar-benar pergi...
hati mu akan tersentak dan meratapi..
tiada guna sebesar apapun penyasalan..hapus kata itu...
lihatlah...pandangilah...resapilah...
disudut gelap sana...
separuh jiwa mu pergi bersama
