Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen tengah malam

CERPEN: TENGAH MALAM

Gambar
  Karya Adisan Jaya Bulan cermin malam, bintang pelita gulita. Terisi dalam toples kemunafikan. Samar-samar antara aku dan kamu, antara kenduri jadi duri. Oh...sembiluan daku, hiruk-pikuk roh bernyawa, boyongi monofobia malam. Analogi jiwa tak mungkin, resah teraduk memimpin. Glosarium tanpa kata, memuat makna tanpa abjad. Oh...bulan masihkah jadi bulan? Bintang masihkah jadi bintang? Pertanyaan itu terus mengusik malamku. “ Wahai jiwa yang dipenuhi cinta, berhentilah menghantuiku!”, teriakku disaksikan bulan dan bintang yang tetap membisu, disokongi rumput-rumput yang anestesi akan keresahan yang menderu. “ Kenapa kau masih terus memanggilku Mas’ud?”. Tiba-tiba muncul suara yang berdengung dari langit, dengan wajah yang samar-samar tapi sepertinya aku kenal suara itu. “ Apa? Kau masih bertanya, kenapa aku memanggilmu?”, jawabku sinis. “Berjuta huruf, kata dan kalimat aku lontarkan, kau masih saja bertanya kenapa aku masih memanggilmu?” “Kau tetap saja seperti ini M