Oleh Adisan Jaya
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Puisi sebagai salah sebuah karya seni
dapat dikaji dari bermacam-macam aspeknya. Puisi dapat dikaji struktur dan
unsur-unsurnya, mengingat bahwa puisi itu adalah struktur yang tersusun dari
bermacam-macam unsur dan sarana-sarana kepuitisan. Dapat pula puisi dikaji
jenis-jenis atau ragam-ragamnya, mengingat bahwa ada beragam-ragam puisi.
Begitu juga, puisi dapat dikaji dari sudut kesejarahannya, mengingat bahwa
sepanjang sejarahnya, dari waktu ke waktu puisi selalu ditulis dan selalu
dibaca orang. Sepanjang zaman puisi selalu mengalami perubahan, perkembangan.
Hal ini mengingat hakikatnya sebagai karya seni yang selalu terjadi ketegangan
antara konvensi dan pembaharuan (inovasi) (Teeuw, 1980). Puisi selalu berubah-ubah sesuai dengan
evolusi selera dan perubahan konsep estetikanya (Riffaterre, 1978).
Meskipun demikian, orang tidak akan
dapat memahami puisi secara sepenuhnya tanpa mengetahui dan menyadari bahwa
puisi itu karya estetis yang bermakna, yang mempunyai arti, bukan hanya sesuatu
yang kosong tanpa makna. Oleh karena itu, sebelum pengkajian aspek-aspek yang
lain, perlu lebih dahulu puisi dikaji sebagai sebuah struktur yang bermakna dan
bernilai estetis.
Berkaitan
dengan itu, penulis akan mengkaji sebuah puisi hasil karya dari Taufik Ismail
yaitu “Membaca Tanda-Tanda”.
B.
Rumusan
Masalah
1. Mengkaji
makna dalam puisi, bahasa kiasan, imaji (citraan) dan simbol.
2. Mengkaji
aspek formal puisi (tatabahasa dan pengolahan bunyi).
3. Apakah
hakikat puisi?
4. Menjelaskan
dan menyebutkan jenis-jenis puisi.
C.
Tujuan.
1. Mengetahui
makna dalam puisi, bahasa kiasan, imaji (citraan) dan simbol.
2. Mengetahui
aspek formal puisi (tatabahasa dan pengolahan bunyi).
3. Mengetahui
hakikat puisi.
4. Mengetahui
jenis-jenis puisi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Mengkaji Puisi “Membaca Tanda-Tanda”
1. Makna dalam Puisi.
Puisi Membaca Tanda-Tanda karya Taufik Ismail tersebut