Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

ESAI: Persepsi Terhadap Keteladanan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam Meningkatkan Semangat Nasionalis-Religius Generasi Muda


 
Oleh Adisan Jaya, S.Pd

 Pengantar

Perjuangan pahlawan nasional dalam meraih kemerdekaan bangsa Indonesia tentunya tidak mudah. Jiwa dan raga mereka korbankan demi mendapatkan kemerdekaan dari tangan penjajah pada saat itu. Kemerdekaan yang kita nikmati pada hari ini tidak lepas dari jasa

PEMBERLAKUAN KURIKULUM 2013 SEBAGAI PENJAWAB TANTANGAN ZAMAN

Oleh Anis Dwi Winarsih

     Indonesia sebagai negara berkembang tentunya harus selalu siap siaga dalam menghadapi perkembangan zaman, salah satunya melalui pendidikan. Pendidikan sebagai kunci kesuksesan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah berusaha keras demi tercapainya pendidikan yang berkualitas. Contohnya saja dengan memberlakukan kurikulum 2013 sebagai langkah lanjutan perkembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yang mencakup  kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.
     Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Hal tersebut sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik agar menjadi manusia yang berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah, manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi merupakan

KISRUH PSSI DAN KPSI


Kisruh PSSI dan KPSI untuk kemajuan persepak bolaan Indonesia atau untuk kemajuan partai politik atau klompok tertentu? Kisruh ini kehilatannya tak ada ujungnya, kini akhirnya mencapai hasil. Dalam hal ini, PSSI dan KPSI bersatu dalam naungan BTN. Namun dengan kata sepakat antara kedua kubu tersebut, bukan berarti permasalahan berakhir begitu saja dan berjalan akur. Ada berbagai masalah yang timbul dari penyatuan tersebut, dari penyelenggaraan kongres, anggota yang harus dilantik dan lain-lain.

Mengenai persoalan kongres yang dilangsungkan hari ini tanggal 16/03/2013 terus dilanda perdebatan antara kedua kubu, seperti yang saya baca dari tribunnews.com (klik disini) Menteri Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga mengatakan

ARTIKEL: BAHASA INDONESIA IDENTITAS KITA


           Miris sekali apabila kita mengetahui pada zaman sekarang ini, kebanyakan masyarakat Indonesia melupakan atau mengacuhkan bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Sampai dikalangan pelajar, mahasiswa atau pendidik sekalipun seringkali tidak memperhatikan dan mengacuhkan hal tersebut, sehingga timbul kesesatan dalam berbahasa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dari kesesatan tersebut timbullah istilah bahasa baru yang mencemarkan  bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar, yaitu istilah yang tidak asing lagi ditelingi kita saat ini seperti, bahasa gaul, bahasa alay, dan lain sebagainya.
Terkadang juga dalam berbahasanya, seringkali mencampuri bahasa Indonesia dengan bahasa asing, dan tidak jarang menghapus bahasa indonesia kemudian menjadikan bahasa asing sebagai bahasa sehari-harinya. Karena mereka