Genre drama disebut genre sastra tersendiri karena mamiliki konsep, kategori dan ciri khas yang membedakan dengan genre prosa dan puisi. Oleh karena itu secara konseptual selalu terkait dengan konstruksi naratif yang disampaikan melalui dialog. Dialog inilah yang membedakan dengan genre lain (puisi dan prosa). Meskipun dalam karya tertentu ada karya drama yang puitis maupun yang prosais.
Drama
puitik adalah dialog yang menggunakan karya-karya puitis. Misalnya saling berbalas
pantun. Drama tidak jauh berbeda dengan prosa jika dilihat dari unsur yang
mencakup di dalamnya. Dalam teks drama juga ditemukan unsur intrinsik dan unsur
ekstrinsik.
Dalam
bahasa Rahmat Djoko Pradopo struktur