Tampilkan postingan dengan label artikel peranan penyesuaian diri dan kemandirian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel peranan penyesuaian diri dan kemandirian. Tampilkan semua postingan

ARTIKEL PERANAN PENYESUAIAN DIRI DAN KEMANDIRIAN TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSI PESERTA DIDIK


Adisan Jaya/201110080311057

Abstrak: Peranan penyesuaian diri dan kemandirian sangat subtansial terhadap perkembangan emosi peserta didik. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi peserta didik, yaitu faktor fisiologis, faktor psikologis, faktor lingkungan, dan faktor budaya dan agama. Upaya penyesuaian diri dan kemandirian dalam menghadapi masalah dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan emosi. Penyesuaian diri dengan melakukan eksplorasi penyesuaian diri dan kemandirian.
Kata Kunci: Penyesuaian diri, Kemandirian, dan Perkembangan emosi


1.            LATAR BELAKANG
Dalam proses pendidikan, peserta didik merupakan salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral. Peserta didik menjadi pokok persoalan dan tumpuan perhatian dalam semua proses transformasi yang disebut pendidikan. Sebagai salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan, peserta didik sering disebut sebagai “raw material” atau bahan mentah (Desmita, 2009: 39). Dalam hal ini, peserta didik dipandang sebagai mahluk yang membutuhkan binaan, bimbingan dan dorongan agar menjadi manusia yang berintelektual maupun cakap moralnya. Kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor  yang kemungkinan akan berkembang ke proses penyesuaian yang baik atau tidak baik.
Menurut Arifin dalam Desmita (2009: 39) mengenai perspektif psikologis, peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun psikis menurut fitrahnya masing-masing. Sebagai individu yang tengah tumbuh dan berkembang, peserta didik memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal kemampuan fitrahnya.
Berkaitan dengan bimbingan dan pengarahan, dimana pada masa-masa sekarang perkembangan emosi yang yang tidak terarah seperti mengakibatkan kenakalan remaja, tawuran, anak broken home dan lain-lainnya yang sangat berkembang pesat dikalangan pelajar usia sekolah menengah (remaja), hal ini disebabkan karena kurangnya bimbingan dan pengarahan tersebut. Mengenai hal itu, pentingnya kemandirian dan penyesuaian diri bagi peserta didik, dapat dilihat dari situasi kompleksitas kehidupan dewasa ini, yang secara langsung memengaruhi kehidupan peserta didik.
Pengaruh kompleksitas terhadap terhadap peserta didik terlihat dari berbagai fenomena yang sangat membutuhkan perhatian dunia pendidikan, seperti perkelahian antar pelajar, penyalahgunaan obat dan alkohol, perilaku agresif, dan berbagai perilaku menyimpang yang sudah mengarahkan pada tindak kriminal. Dalam konteks proses belajar, terlihat adanya fenomena peserta didik yang kurang mandiri dalam belajar, yang dapat menimbulkan gangguan mental setelah memasuki pendidikan lanjutan, kebiasaan belajar yang kurang baik (seperti tidak betah belajar lama atau belajar hanya menjelang ujian, membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal-soal ujian) (Desmita, 2009: 189).
Oleh karena itu, penulis menulis sebuah artikel yang berjudul “Peranan Penyesuaian Diri dan Kemandirian terhadap Perkembangan Emosi Peserta Didik”, karena melihat perkembangan emosi yang semakin tidak fleksibel dan mudah terprofokasi, sehingga bimbingan maupun pengarahan mengenai penyesuaian diri  dan kemandirian sangat diperlukan agar perkembangan emosi peserta dapat terkontrol dan menjadi penerus bangsa yang kritis, idealis dan penuh wibawa.

2.            PENGERTIAN PENYESUAIAN DIRI
Penyesuaian diri sangat diperlukan bagi setiap individu untuk merubah tingkah laku dan dari sifat kurang baik menjadi lebih baik. Setiap individu pastinya memiliki sisi negatif dalam dirinya, disinilah perlunya penyesuaian diri untuk beradaptasi demi menghilangkan sisi negatif tersebut. Menurut Sunarto dan Agung Hartono (2008: 222) penyesuaian diri dapat diartikan sebagai penguasaan, yaitu