Tampilkan postingan dengan label Makalah Pengaruh Bahasa Kotor (Jorok) Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 4 Tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah Pengaruh Bahasa Kotor (Jorok) Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 4 Tahun. Tampilkan semua postingan

Makalah Pengaruh Bahasa Kotor (Jorok) Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 4 Tahun


A.    PENGANTAR
Bahasa merupakan salah satu media yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. Manusia tidak akan lepas dari proses penggunaan bahasa dalam kehidupannya sehari-hari. Bahasa digunakan dalam setiap lini kehidupan untuk mempermudah proses berkomunikasi. Penggunaan bahasa tidak mengenal usia, dari orang tua hingga anak kecil, harus menggunakan bahasa untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikannya.
Namun pada anak kecil, tata bahasa yang mereka gunakan tentu berbeda dengan tata bahasa yang orang dewasa gunakan. Hal ini disebabkan bahasa mereka masih berupa bahasa sederhana.
Seorang anak biasanya mengucapkan kata-kata yang mereka dapatkan dari lingkungan mereka. Hal ini biasa disebut pemerolehan bahasa. Menurut Marjusman Maksan dalam Yaniarti (online), pemerolehan bahasa adalah proses penguasaan bahasa yang dilakukan oleh seseorang (bukan cuma anak-anak) secara tidak sadar, implisit, dan informal. Hal ini berarti bahwa proses tersebut tidak mengenal guru atau orang yang semacam itu yang bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar. Juga tidak ada semacam kurikulum atau rencana pelajaran tertentu, seta tidak ada pula waktu dan tempat yang khusus yang disediakan untuk belajar bahasa tersebut.
Bahasa pertama atau bahasa ibu merupakan bahasa yang pertama kali didengar oleh seorang anak. Bahasa pertama tersebut kemudian  berusaha diucapkan oleh seorang anak dengan cara peniruan. Meskipun kata-kata tersebut tidak jelas maknanya. Ketidakjelasan tersebut disebabkan alat ucap yang belum sempurna, kemudian lama kelamaan karena ia tidak mendengar bunyi bahasa selain dari bunyi bahasa ibunya sendiri, maka ia pun hanya akan membunyikan bahasa ibunya saja.
Terdapat hubungan antara bahasa pertama yang diperoleh oleh seorang anak, dengan perkembangan anak nantinya. Seorang anak yang memperoleh bahasa pertama berupa kata-kata kotor, maka anak tersebut akan menirunya dan mengucapkannya hingga ia dewasa. Selanjutnya, perilakunya akan terpengaruh pula. Hal ini sesuai dengan penelitian di Jepang. Bahwa air yang diucapkan kata-kata buruk, kristal-kristalnya akan berbentuk buruk pula. Berbeda dengan air yang diucapkan kata-kata baik, kristal-kristalnya akan berbentuk sangat bagus. Manusia sendiri terdiri 90% dari tubuhnya terdiri dari air. Karenanya, bukan tidak mungkin kata-kata yang biasa didengar oleh anak akan membentuk pribadi anak sesuai dengan kata-kata yang mereka dengar.
Lingkungan juga mempunyai peranan penting terhadap perkembangan bahasa pertama anak. Tidak jauh berbeda dengan contoh di atas, seorang anak yang tumbuh di lingkungan dengan kondisi sosial buruk, akan memperoleh kata-kata yang buruk untuk didengar. Kata-kata tersebut kemudian diulang-ulangnya, meskipun dia tidak tahu apa artinya. Bahkan terkadang, ketika menangis pula kata tersebut mereka ucapkan tanpa sadar. Contoh lainnya, seorang anak yang tumbuh di lingkungan dengan banyak larangan, maka kata-kata yang didengarnya hanyalah kata-kata negatif yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan si anak. Anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang pesimis, penuh rasa takut, tidak mampu menghadapi masalah, dan lainnya.
Berdasarkan hal itu, penulis merasa tertarik untuk meneliti pemerolehan bahasa pertama anak yang dipengaruhi kata-kata jorok atau negative dengan judul “Penyebab Pemerolehan Bahasa Kotor (Jorok) Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 4 Tahun”
Terutama bagaimana proses ia memperoleh bahasa pertama, penggunaannya, dan perkembangan si anak ke depannya. Penulis memilih Epi sebagai objek penelitiannya, karena ia salah satu anak yang berumur 4 tahun.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah faktor penyebab pemerolehan bahasa kotor (jorok) pada anak usia 4 tahun?
2.      Bagaimanakah pengaruh pemerolehan bahasa kotor (jorok) terhadap perkembangan bahasa anak usia 4 tahun?
3.      Cara mengatasi anak yang suka berkata jorok

C.    TUJUAN
1.      Mendeskripsikan faktor penyebab pemerolehan bahasa kotor (jorok) pada anak usia 4 tahun.
2.      Mendeskripsikan pengaruh pemerolehan bahasa kotor (jorok) terhadap perkembangan bahasa anak usia 4 tahun.
3.      Cara mengatasi anak yang suka berkata jorok

D.    METODE PENULISAN
Proses penyusunan makalah ini, penulis menggunakan metode dokumentasi. Metode ini merupakan metode yang mencari sumber informasi dari buku, internet dan referensi lainnya, dengan mendasarkan pengembangan wacana beradasarkan pengamatan langsung terhadap objek dan berdasarkan pencatatan proses pemerolehan bahasa anak pada usia tertentu (4 tahun).
Selain itu, penulis juga menggunakan metode observasi langsung yang dilakukan kepada anak usia 4 (empat) tahun. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat meneliti secara langsung kondisi bahasa kotor (jorok) terhadap perkembangan bahasa anak usia 4 (empat) tahun.

E.     HASIL PENGUMPULAN DATA
Beberapa ucapan Alena Ayu anak pada usia 4 (empat) tahun berikut, bisa dianalisis berdasarkan perkembangan fisik dan psikis penuturnya. Sebagaimana terurai pada tabel berikut.
No
Kata
Alena Ayu
Biasa
Jorok/
Kasar
Pengucapan
Kata Biasa
Kata Jorok
1
Jeruk
Jancok
Jeuk
Janco
2
Permen
Asu
Pelmen
Asu
3
Roti
Matamu
Oti
Matamu
4
Anggur

Anggul

5
Aku

Atu


F.     LANDASAN TEORI
1.      Definisi Bahasa Kotor
Pernahkah kita mendapati atau mendengar kata-kata kasar dan kotor meluncur begitu saja dari mulut si kecil? Kemudian kita berpikir, padahal tidak ada yang memberikan contoh seperti itu, baik di rumah maupun teman-temannya di sekitar rumah. Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapinya?
Banyak orangtua yang merasa sudah memerhatikan perkembangan dan lingkungan si kecil dengan seksama, tapi tiba-tiba menemukan si kecil melontarkan