PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada
dasarnya di dalam masyarakat terdapat norma-norma sebagai pedoman prilaku dalam
menjaga keseimbangan kepentingan di
masyarakat. Pendidikan moral perlu menjadi prioritas dalam kehidupan. Panutan
nilai, moral dan norma dalam diri manusia dan kehidupan akan sangat menentukan
totalitas diri individu atau jati diri manusia, lingkungan sosial dan kehidupan
individu. Oleh karena itu, pendidikan nilai yang mengarah pada pembentukan
moral yang sesuai dengan norma-norma kebenaran menjadi suatu yang esensial bagi
pengembangan manusia utuh dalam konteks sosialnya.
Penerapan
norma yang sederhana di lingkungan sekolah yaitu 5-S, kepanjangan dari Senyum,
Salam, Sapa, Sopan dan Santun. Hal ini seringkala dilupakan oleh pendidik
terhadap peserta didiknya. Mereka senantiasa hanya mengekang diri mereka pada
norma-norma yang bersifat memaksa dan disiplin tanpa melihat bahwa hanya dengan
memberi salam atau saling bertegur sapa juga dapat dikatakan sebagai media
dalam membangun totalitas diri individu.
Semua
orang, khususnya peserta didik belum tentu dapat melakukan 5-S ini dengan