Selama ini dalam proses pembelajaran
lebih mengarah pada dominasi otak kiri. Indikasi untuk itu antara lain :
aktivitas tubuh lebih banyak menggunakan kaki dan tangan kanan yang fungsinya
dikendalikan oleh otak kiri, sistem pembelajaran lebih banyak menekankan pada
kemampuan bahasa (verbal linguistic) dan logika matematis yang
dikendalikan oleh otak kiri serta aktivitas-aktivitas keseharian (membaca,
menghitung, mengurutkan, dst.) yang fungsinya juga dikendalikan oleh otak kiri.
Kondisi seperti itu jika terjadi
terus menerus akan menyebabkan dampak negatif pada peserta didik yaitu :
mudah lupa, sulit konsentrasi, tidak kreatif dalam memecahkan masalah, tidak
mampu memahami permasalahan secara baik, tidak mampu belajar dalam waktu yang
relatif lama, dan stres. Jika hal demikian terjadi maka tujuan-tujuan
pembelajaran pasti tidak dapat dicapai yang pada akhirnya tujuan pendidikan
juga gagal dicapai. Untuk mencegah terjadi problem seperti itu maka
hendaknya dilakukan upaya pembelajaran yang betul-betul efektif.
Upaya
mewujudkan pembelajaran yang efektif juga telah dilakukan dengan